Feed on
Posts
Comments

sonobudoyo5

Sesuai namanya, maka yang ada dalam ruangan ini adalah benda-benda yang ada sangkut-pautnya dengan Batik atau perbatikan, seperti:

  1. Peralatan untuk membuat batik tulis: gawangan, kain, wajan berisi lilin/malam dan canthing, anglo kecil dan tepas, serta poster proses pembuatan batik tulis.
  2. Pola-pola batik tulis geometris, antara lain: Sidomukti, Gagak Seta, Tanjung Gunung, Kawung, Abimanyu, Semar Mesem, Gringing.
  3. Pola-pola batik tulis non geomteris, seperti: Peksi Dares, Imo Krenda, Kelengan, Jago Cirebonan, Semen Gurdho, Kapal Api, Merak Kenjer.
  4. Macam-macam kain batik tulis dengan motif: Endog Remeg, Cepoko Mulyo, Truntum, Semen Jolen, Pradan, Semar Mesem, Semen Alas-alasan, Kampuh Parang Rusak Parikesit, Semen Sawunggaling, Bleg Ketupat, Nogo Topo, Kembang Asem, Parang Kembang, Semen, Tengkuluk Masjid Cirebon, Mejan/Sawat, Lasem.
  5. Berbagai macam cap batik (untuk membuat batik cap), serta poster proses pembuatan batik cap. Adapun motif dari cap batik yang dipamerkan yaitu: motif Ceplok Burung, Ceplok Satriya, Peksikuwon, Kawung Grompol, Limbuk, Raksasa, Wayang Karno, Buto Alasan, Kawung, Tumpal, Jlamprang, Udan Riris, Pinggiran Bengkok.

Keterangan gambar: mejeng di depan pola-pola batik tulis geometris

sonobudoyo4

Dari Ruang Prasejarah, menuju ke Ruang Klasik dan Peninggalan Islam. Di ruangan ini dipamerkan beraneka ragam benda yang masuk dalam periode klasik hingga periode masuknya agama Islam di Jawa. Koleksi yang dipamerkan antara lain:

 

  1. Peta situs klasik, merupakan peta dari situs periode klasik yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta
  2. Replika prasasti
  3. Cincin stempel
  4. Patung Kepala Dewa (dengan sepuhan emas)
  5. Pantheon Budha, berupa arca-arca dewa dalam agama Budha: Dhyani Budha Aksobhya (penguasa arah Timur), Dhyani Budha Amogasidhi (penguasa arah Utara), Dhyani Budha Ratnasambawa (penguasa arah Selatan) dan Dhyani Budha Bodhisatwa.
  6. Artefak pantheon Hindu: arca Acala Manahadaraja, Dewi Sri (di Jawa dikenal sebagai dewi padi), Dewa Kuwera (merupakan dewa kekayaan), Ganesha (dewa ilmu pengetahuan)
  7. Berbagai peralatan upacara keagamaan: Kakhara (hiasan tongkat pendeta), Genta/bel dan hiasan puncak genta, Tablet (berisi mantera-mantera) dan Cermin.
  8. Alat-alat kesenian seperti bonang, kempyang, kemanak, milalang.
  9. Zodiak beker, yang menunjukkan bahwa pada masa itu telah ada pengetahuan tentang astronomi.
  10. Prasasti Taragal yang bertahun 802 Caka atau 880 M, yang menunjukkan bahwa pada masa itu sudah ada pengenalan waktu.
  11. Timbangan emas dan perlengkapan pandhe emas
  12. Wadah makanan dan minuman
  13. Perhiasan
  14. Berbagai jenis mata uang dan cetakan uang logam Cina
  15. Kitab Al Qur’an yang ditulis tangan serta keterangan mengenai Masjid Pathok Negoro
  16. Naskah lontar huruf Jawa
  17. Keramik, yang digunakan dalam perdagangan dan dapat menunjukkan status sosial pemiliknya
  18. Kalamudheng dan Dakon, untuk memperhitungkan waktu dalam astrologi
  19. Kaligrafi Islam
  20. dll

Keterangan gambar: patung Kepala Dewa, yang kuning-kuning itu emas lho… dah pada ngelothok, by Menul

sonobudoyo3

Yang terdapat di Ruang Prasejarah adalah koleksi berupa benda-benda peninggalan masa prasejarah, antara lain:

  • Replika tengkorak dan tulang manusia purba

  • Alat-alat batu dari situs Paleolitik Kali Oyo, Dusun Randusari, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alat-alat batu tsb berupa kapak penetak, kapak perimbas, alat serpih, kapak lonjong, beliung.

  • Arca-arca megalitik (berbentuk manusia maupun hewan)

  • Nekara dan Moko: merupakan alat musik pada upacara-upacara tradisional, juga digunakan sebagai benda pusaka, mas kawin, dan alat tukar.

  • Alat-alat dari logam, seperti: kapak corong, mata panah, mata tombak.

  • Gerabah

  • Replika peti kubur batu, di dalam peti kubur batu juga ditemukan manik-manik, gerabah, dan benda-benda yang ikut disertakan bersama orang mati yang dikuburkan.

Keterangan gambar: Arca megalitik, by Menul

sonobudoyo - ruang pengenalan

Memasuki museum, kita akan disambut oleh seperangkat gamelan. Disinilah letak dari Ruang Gamelan. Perangkat gamelan ini masih bisa digunakan/dimainkan. Kalo ngga salah kita juga bisa memainkannya, tapi aku ngga tau gimana prosedurnya (ijin ke siapa, bayar pa ngga, dll). Ruang Gamelan berhubungan dengan Ruang Pengenalan. Ruang Pengenalan ini memamerkan koleksi master piece dari Java Instituut yang dikumpulkan dan dilestarikan sejak berdirinya museum. Antara lain yang dipamerkan di ruangan ini adalah:

  • Batik (Batik Jlamprang dari Rembang dan selendang batik motif Simbar Macan Ucul dari Cirebon)

  • Topeng (topeng Wukirsari - Yogyakarta, topeng Brahmana - Surakarta, topeng Gunungsari - Malang dan topeng Panji)

  • Genta/Bel dari candi Kalasan untuk kelengkapan upacara agama Budha.

  • Wayang

  • Hiasan-hiasan

  • Lambang Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan lambang Kadipaten Pakualaman

  • Peta

  • Miniatur andong (alat transportasi tradisional Jawa yang ditarik oleh kuda)

  • Petanen atau Pasren: merupakan tempat menghormati Dewi Sri (dewi padi), biasanya ditempatkan di bilik tengah rumah tradisional Jawa. Disebut juga Pedaringan atau Krobongan. Koleksi Petanen ini merupakan hadiah dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII yang dibuat pada jaman Hamengku Buwono I tahun 1961 Jawa/1765 M.

Keterangan Gambar: Petanen, by Menul

sonobudoyo

Setelah kemaren-kemaren sempet disibukin ma kerjaan sambilan ngedit jurnal plus persiapan untuk akreditasinya, trus juga bolak-balik Salatiga, akhirnya sekarang balik lagi ke profesi asal sebagai ‘pengacara’ alias pengangguran banyak acara!! Dan sebagai ‘pengacara’ memungkinkan aku untuk dolan, salah satunya ke Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Rabu 19 April 2006 jam 09.40 WIB. Letak museum di Jalan Trikora No. 6 Yogyakarta (dekat Alun-alun Lor/Utara). Harga Tiket Masuk museum untuk orang dewasa Rp. 750,-/orang (tu murah khan!), sayangnya museum ini cuma buka s/d jam 12.00 WIB (mungkin kalo ada kunjungan, misalnya kunjungan anak sekolah, dll; ada pengecualian jam tutup-nya. Itu mungkin loh… pastinya ngga tau juga hehehe)

Museum Sonobudoyo didirikan oleh Java Instituut, dengan tujuan melestarikan kebudayaan Jawa dan kebudayaan lain yang sealiran dengan kebudayaan Jawa, misalnya Sunda, Madura, Bali dan Lombok. Yayasan ini (Java Instituut) berdiri di Surakarta (Solo) tahun 1919, yang mana untuk mencapai tujuan tsb di atas, telah melakukan berbagai kegiatan antara lain: penelitian, inventarisasi hasil budaya, kongres kebudayaan, penerbitan hasil penelitian dan mendirikan Museum di Daerah Istimewa Yogyakarta (Museum Sonobudoyo) yang diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII pada hari Rabu Wage, 6 November 1935.

Koleksi seni Museum Sonobudoyo merupakan hasil seni adiluhung dari berbagai wilayah di Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Jenis koleksi meliputi berbagai kelas, misalnya: arkeologi, ethnografi, filologi dan jenis koleksi kain. Misi pokok Museum Sonobudoyo adalah melestarikan hasil budaya yang adiluhung sebagai sarana dan wahana pelayanan informasi kepada masyarakat umum.
Sumber: Museum Sonobudoyo, Pengantar

Keterangan gambar: Tulisan pada gerbang masuk Museum Sonobudoyo (Tertulis: ‘Het Museum Sono Boedojo is geslicht door het JAVA INSTITUUT. Het werd geopend up 6 November 1935 / 9 Roewah 1866 door Z.H. den Sultan Hamengkoe Boewono VIII van Jogjakarta’), by Menul

Informasi tambahan

  • Jam buka Museum Sonobudoyo; Selasa, Rabu, Kamis’n Sabtu: 08.00 - 13.00 WIB. Jum’at: 08.00 - 11.00. Minggu: 08.00 - 12.00. Untuk hari Senin dan hari-hari besar/libur: tutup.

  • Fasilitas pendukung yang ada di Museum Sonobudoyo: ruang pertemuan, penginapan untuk tamu khusus, perpustakaan, tempat parkir, mushala ‘n toilet hehehe

Doa Dalam Kesulitan

doa


Bismillahirrahmanirrahiim…

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan”

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah apabila Engkau menghendakinya (HR Ibnu Hibban)

Perbanyaklah berdoa, sebab dengan berdoa akan mendekatkan diri kita kepada Allah. Berdoalah di kala senang maupun di kala susah, berdoalah setiap saat… Sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah. Apa yang tertulis di atas adalah salah satu doa mana kala kita dalam kesulitan.

Kaligrafi: http://www.artislamic.com/

Ucapan

  • Hindarilah sikap kurang puas dan perbanyaklah diam. Allah berfirman: ‘Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan orang yang menyuruh manusia memberikan sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia’ (QS An Nisa 114). Ketahuilah, di setiap saat dan setiap tempat ada yang senantiasa memperhatikan dan mencatat setiap ucapanmu. ‘Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir’ (QS Qaaf 17 - 18). Karena itu, berbicaralah hanya yang pantas-pantas saja. Ringkaskan ucapanmu, serta cukuplah hingga sesuai dengan maksud pembicaraanmu.

  • Bacalah Al-Qur’an Al-Karim dan buatlah jadwal harian untuk tadarus, serta usahakan menghafalnya semampumu agar engkau mendapat pahala yang besar di hari kiamat nanti. ‘Abdullah bin Umar ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Kepada yang senang membaca Al Qur’an di hari kiamat nanti dikatakan: Bacalah dan perbaikilah bacaanmu sebagaimana yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu, maka sesungguhnya kedudukanmu itu tergantung kepada akhir ayat yang sedang kamu baca itu’ (HR Tirmidzi)

  • Bukanlah merupakan suatu kebaikan apabila kamu berbicara dan selalu berkomentar terhadap setiap hal yang kamu dengar, sebab hal itu dapat menjatuhkanmu ke dalam kebohongan. ‘Abu Hurairah ra berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Cukuplah bagi orang itu disebut pembohong jika ia berbicara dengan setiap apa yang ia dengar’ (HR Muslim)

  • Jauhilah sifat sombong dan membanggakan diri dengan sesuatu yang tidak kamu punyai dengan tujuan memperbanyak harta dan mendapat ketenaran di mata manusia. ‘Aisyah ra meriwayatkan bahwa seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW: “Bolehkah saya mengatakan bahwa suami saya telah memberikan sesuatu padahal dia tidak memberikan sesuatu kepadaku?” Rasulullah lalu bersabda: Orang yang menyiarkan tentang apa yang tidak dia terima (pemberian) bagaikan orang yang memakai dua baju kebohongan’ (Muttafaq alaihi)

  • Dzikrullah itu mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan seorang muslim, baik dilihat secara rohaniyah, kejiwaan, jasmani maupun sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu jagalah, wahai saudaraku, ingatlah kepada Allah Ta’ala setiap saat walau bagaimana pun keadaannya. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memuji hamba-hamba Nya yang mukhlis. Firman Nya: ‘(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah SWT baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring’ (QS Ali Imran 191). ‘Abdullah bin Basar ra pernah menyebutkan bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu telah cukup banyak dalam pandangan saya, untuk itu beritahu saya dengan sesuatu yang bisa saya jadikan pegangan”. Bersabda Rasulullah: Lidahmu itu akan terus basah dengan berdzikir kepada Allah’ (HR Tirmidzi)

  • Jika kamu ingin berbicara maka jauhilah dari membesar-besarkan diri, bermanis-manis kata dan terlena dalam buaian kata, sebab itu merupakan sifat yang dibenci oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya sesuatu yang paling saya benci dan paling jauh posisinya dariku pada hari kiamat adalah mereka yang banyak bicara, angkuh dalam berucap dan besar mulut’ (HR Tirmidzi)

  • Jadikanlah pribadi Rasulullah SAW suri tauladan yang baik. Diantaranya banyak diam, berpikir dan tidak banyak tertawa, apalagi sampai hanyut di dalamnya. ‘Sammak berkata, “Saya bertanya kepada Jabir bin Samirah: Apakah dulu kamu selalu hadir dalam majelis Rasulullah?” Jabir bin Samirah menjawab: “Benar, Beliau banyak diam dan sedikit tertawa. Pernah sahabatnya membaca syair dan saling bertukar pikiran tentang masalah mereka, kemudian mereka tertawa, tapi Rasulullah hanya tersenyum saja” (HR Ahmad). Jadikanlah ucapanmu selalu condong kepada kebajikan. Jika tidak, maka diammu itu lebih baik. Bersabda Rasulullah SAW: ‘Barangsiapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik, atau (kalau tidak bisa) diamlah’ (HR Bukhari)

  • Jangan memotong pembicaraan orang, membatasi atau meremehkannya. Jadilah pendengar yang baik. Bantahlah mereka dengan uslub (metode) yang baik sebagai cermin dari kepribadian.

  • Hindari segala bentuk celaan, menggunjing atau membicarakan aib orang lain. ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mencela kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang dicela itu) lebih baik dari mereka (yang mencela). Dan begitu pula wanita terhadap wanita lainnya, boleh jadi wanita yang dicela tadi lebih baik dari wanita yang mencela’ (QS Al Hujaraat 11). Bersabda Rasulullah SAW: ‘Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya, juga tidak pula menghinanya. Maka cukuplah seorang itu digolongkan dalam keburukan bila ia menghina saudaranya yang muslim’ (HR Muslim)

  • Jika kamu mendengar bacaan Al Qur’an Al Karim, maka hentikanlah segala pembicaraan bagaimanapun pentingnya, sebagai rasa hormat terhadap Kalamullah, dan juga sebagai pelaksanaan perintah Nya. ‘Dan apabila Al Qur’an dibacakan maka dengarkanlah dan perhatikan dengan tenang agar kamu mendapat rahmat’ (QS Al A’raf 204)

  • Pandai-pandailah dalam memilih kata sebelum keluar dari mulutmu. Jagalah perkataanmu agar tetap bersih, cocok dan sesuai dengan kebenaran, jauh dari keburukan, serta tidak menimbulkan kemurkaan Allah Ta’ala, karena setiap kata mempunyai tanggung jawab yang besar. Berapa banyak kata yang bisa menyebabkan si pembicaranya masuk surga, dan berapa banyak kata pula yang memasukkan orangnya ke dasar neraka jahanam. ‘Abu Hurairah ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: Seorang hamba yang jika berbicara semata-mata yang diridhoi Allah dan seolah-olah tidak dihiraukan orang, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Namun seorang hamba berbicara dengan ucapan yang dibenci Allah seolah-olah tidak dihiraukan orang, maka ucapan itu akan membawanya ke neraka jahanam’ (HR Bukhari). Mu’adz ra bertanya kepada Nabi SAW: “Ya Rasulullah, apakah kita bertanggungjawab terhadap semua yang kita ucapkan?” Rasulullah SAW menjawab: “Ibumu pasti kehilangan kamu, wahai Mu’adz! Tidaklah manusia itu ditelungkupkan wajahnya ke dalam neraka kecuali karena tergelincirnya lidah (akibat ucapan) mereka” (HR Turmudzi)

  • Gunakanlah lidahmu, yang merupakan nikmat Allah yang agung bagimu, untuk amar makruf nahi munkar dan dakwah kepada kebajikan.

Semoga bermanfaat (terutama bagi diriku pribadi, yang masih perlu banyak belajar). Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik dan hidayah Nya kepada kita semua. Aminn…

Diambil dari: 50 Nasehat untuk Muslimat (judul asli: Khomsuuna Zahrah Min haqiin Nushhi) oleh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Muqbil.

picture taken from: http://www.bigfoto.com

Pray

Pray

 

Manusia itu lemah, butuh dan fakir di hadapan Allah Ta’ala, maka angkatlah dan tengadahkan tanganmu; tunduklah kepada Nya; mintalah kepada Nya ampunan, perlindungan dan taufik di dunia dan di akhirat; ambillah kebaikan dari Nya. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Robb-mu itu pemalu lagi pemurah, merasa malu apabila tidak mengabulkan doa kepada hamba Nya yang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa lalu dikembalikan kosong” (HR Ibnu Majah)

Jangan tergesa-gesa ingin segera dikabulkan doamu. Dahulukanlah doamu dengan memuja dan menyanjung asma Allah, shalawat dan salam kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW, dan akhirilah dengan itu semua. Berdoalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, sebab Rasulullah SAW bersabda:

“Berdoalah kamu sekalian kepada Allah dengan perasaan yakin akan dikabulkan doamu. Ketahuilah bahwasanya Allah SWT tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak bersungguh-sungguh” (HR Tirmidzi)

Janganlah berdoa dengan maksud untuk memutuskan tali silaturahmi. Jika kamu belum melihat tanda-tanda bahwa doamu itu akan dikabulkan maka janganlah bersedih hati sebab Allah Ta’ala menyediakan bagimu pahala di akhirat, atau Allah berkenan mengampuni dosa-dosamu, atau mungkin Dia menghilangkan sesuatu yang tidak kamu sukai.

Dicuplik dari ‘50 Nasehat untuk Muslimat’ by Abdul Aziz bin Abdullah Al Muqbil

 

kraton ratu boko

Aku ‘n Menul berkesempatan dolan ke Kraton Ratu Boko pada tahun 2005, tepatnya tanggal…. (eh lupa neh, ntar dech diliat dulu). Udah lama sich, tapi baru sempet ditulis sekarang. Kalo ngga salah, sebelum ke Kraton Ratu Boko ini kami sempat mampir ke Candi Kalasan (ini juga lom sempat ditulis) ‘n ke Candi Sambisari, so… nyampe di Kraton Ratu Boko (selanjutnya disingkat KRB -Red-) dah siang hari bolong gitu. Mana jalan dari loket pembelian tiket ke kompleks KRB lumayan jauh ‘n hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki ‘coz berupa undak-undakan (step-step tangga) yang walaupun ngga curam but cukup bikin cape’. Ma’kanya lebih baik bawa bekal, biar kalo cape’ bisa istirahat dulu sambil makan/minum + menikmati pemandangan. Sekilas info, kompleks KRB ini berdiri di atas sebuah bukit. ‘n lagi-lagi sekilas info, HTM-nya (Harga Tiket Masuk) kalo belom naik sich.. Rp. 7.000,-/orang. Lebih mahal neh dibandingin HTM ke Candi Sambisari yang cuma Rp. 500,-/orang!!

Eh lanjut lagi yach… pertama memasuki kompleks KRB disambut oleh gapura yang megah. Menurutku bangunan inilah daya tariknya, soalnya bangunan-bangunan yang lain kurang dapat dinikmati keindahannya karena bentuk fisiknya kurang mendukung atawa tidak mencerminkan/memberikan gambaran yang sebenarnya (cuma berupa reruntuhan sich!). But it’s OK, dengan lingkungan alam yang boleh dibilang masih jauh dari jangkauan polusi, setidaknya dengan jalan-jalan ke kompleks KRB ini bisa bikin kita lebih fresh. Lagian, disini kita bisa melatih daya imajinasi kita lohh…! Coba aja liat ke puing-puing or bekas-bekas Keputren ‘n bayangkanlah di situ benar-benar ada Keputren dengan putri-putri yang cuantik-cuantikk, Woww!! Atau tengoklah bagian Pendapa ‘n lagi-lagi bayangkanlah… hehehe. Pokoknya bayangkan… bayangkan… ‘n bayangkan! (kek lagunya Padi ajah)

Oiya, ni ada sedikit info tentang KRB yang aku dapat dari buku “Sejarah Kraton Ratu Boko” by Drs. R.M. NG. Darto Soetrisno. Check it out…! hehehe… KRB terletak kurang lebih 3 km ke arah Selatan dari Percandian Prambanan. Berdiri di atas Bukit Kidul yang merupakan kelanjutan dari Pegunungan Seribu. Perbukitan ini mempunyai ketinggian 199,97 m dpl. Luas situs sekitar 169.898 meter persegi yang terletak di wilayah 2 desa, yaitu Desa Dawung ‘n Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendirian KRB diperkirakan pada pertengahan abad 9 M oleh Balaputradewa dari Dinasti Syailendra yang beragama Budha, sebagai benteng pertahanan yang strategis terhadap Rakai Pikatan. Sementara menurut buku pintar (?), kompleks KRB semula merupakan sebuah vihara yang bernama Abhayagiri. Pembangunan vihara dilakukan Rakai Panangkaran antara tahun 784 - 792 M. Pada tahun 856 M fungsinya berubah menjadi kraton dari seorang penguasa daerah bernama Rakai Walaing Pu Kumbhayoni. Beliau berusaha merongrong kekuasaan Rakai Pikatan (pemimpin masyarakat pendukung kebudayaan Prambanan), namun dapat dipatahkan oleh Putra bungsu Rakai Pikatan yang bernama Rakai Kayuwangi. Karena terdesak, Rakai Walaing Pu Kumbhayoni menyingkir dan membuat kraton yang juga berfungsi sekaligus sebagai benteng pertahanan di Bukit Boko. Sedangkan menurut legenda, KRB sering dikaitkan dengan tokoh Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.

Status KRB ini secara definitif masih misterius, apakah merupakan Kerajaan atau Benteng pertahanan atau Tempat suci, semuanya belum pasti dan merupakan suatu tanda tanya?!! Nah bagi penggemar hal-hal yang berbau misterius, datanglah ke sini, siapa tau bisa membantu ngungkapin apa sich sebenarnya KRB itu?! Eh ngomong-ngomong neh, gimana kalo gapura KRB dipake untuk pertunjukan seni (tari klasik kek, drama kek, ketoprak kek, etc) pada malam hari. Trus sepanjang jalan menuju gapura ‘n di sekitar panggung/gapura dikasi penerangan lilin/obor kecil. Kira-kira bagus nda ya?!!

Gambar: Gapura Kraton Ratu Boko, by Menul

Tips Merawat Anggrek

 

orchid

Sebagaimana halnya wanita pada umumnya, aku demen ma yang namanya bunga, terutama anggrek. Kenapa?! Karena (menurutku) bunga anggrek tu cantik banget, trus juga tahan lama alias ngga cepet layu. Karena rasa ketertarikanku terhadap tanaman tsb makanya aku ikutan group Anggrek Indonesia. Disamping bisa dapetin info-info seputar tanaman anggrek, pengetahuan tentang anggrek (jujur aja neh, pengetahuanku tentang anggrek nol besar! hehehe...), juga bisa dapet kenalan sesama pencinta anggrek.

 

Berikut ini ada tips merawat anggrek, yang aku dapat dari milis.

  1. Lokasi, suhu dan kelembaban: Anggrek akan tumbuh dengan baik di dataran tinggi (di dataran rendah juga bisa hidup, tetapi harus memenuhi ketentuan yang tepat), suhu berkisar 15 - 35 derajat Celcius (suhu optimum 21 derajat Celcius) dengan sirkulasi udara yang baik. Kelembaban udara berkisar 65 - 70 %.

  2. Cahaya matahari: Tanaman anggrek pantang kena sinar matahari langsung, tetapi masih toleran terhadap sinar matahari pagi (antara jam 7 - 9 pagi). Anggrek yang kurang dapat cahaya matahari tumbuh kurus, berdaun sempit dan panjang, sebaliknya jika kelebihan sinar matahari daun akan menguning seperti terbakar. Anggrek akan tumbuh dengan baik jika digantung di bawah kerimbunan pohon.

  3. Penyiraman: Tidak ada patokan tepat untuk menyiram anggrek. Cara praktis untuk mengetahui apakah tanaman sudah perlu disiram dengan memantau kondisi media tanamnya. Penyiraman sebaiknya dengan sprayer dan air yang digunakan bebas kaporit dan senyawa kimia lainnya. Anggrek muda lebih membutuhkan banyak air, penyiraman sebaiknya 1 hari 1 kali. Untuk anggrek yang lebih besar, 2 hari sekali cukup memadai. Terlalu banyak air akan membuat anggrek mudah diserang jamur yang menyebabkan daun dan akar membusuk. Bunga anggrek sebaiknya jangan terkena air karena akan cepat rontok.

  4. Pemupukan: Anggrek perlu dipupuk untuk membuatnya rajin berbunga. Tips untuk memilih pupuk yang tepat adalah pilih pupuk cair (pupuk daun), unsur makro NPK harus disesuaikan dengan usia tanaman (anggrek muda memerlukan unsur N lebih banyak, sedangkan anggrek siap berbunga memerlukan unsur P lebih banyak). Pemupukan dilakukan seminggu sekali dengan dosis 1/2 sdt untuk 1 liter air. Semprotkan larutan pupuk dengan sprayer pada bagian daun dan akar. Pemupukan bisa dilakukan lebih sering dengan mengurangi dosis.

  5. Media tanam: Media tanam yang baik adalah yang tidak cepat lapuk, memudahkan akar menempel, berongga (porous) untuk sirkulasi udara, dapat menyimpan zat hara, serta tidak mudah menjadi sumber penyakit. Macam media adalah pakis, moss, sabut kelapa, arang kayu, pecahan batu bata atau genteng.

  6. Pot: Untuk pot bisa dipilih pot tanah atau plastik. Pot tanah bisa menyimpan air, sedangkan pot plastik tidak. Aggrek juga bagus ditanam di blok pakis dan digantung di bawah pohon. Secara berkala sebaiknya dilakukan repotting, misalnya 6 bulan sekali untuk memberi ruang lebih pada akar anggrek.

     

« Newer Posts - Older Posts »