Akhir pekan bo’ daripada bete di rumah -dah beberapa hari ga ‘keluar’ rumah coz cuaca yang ga memungkinkan, ujan euyy- mumpung cuaca lagi cerah, mendingan jalan-jalan yukk… Karena si kecil seneng liat pesawat (kalo ada pesawat lewat, pasti nunjuk-nunjuk heboh) sekalian aja jalan-jalannya ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, biar bisa liat pesawat yang asli. Dan… tadaaa sampai dech di museum. Oya, bagi yang mau berkunjung ke museum, kalo lewat pos penjagaan (pos Karang Jambe) lapor dulu yak ma ninggalin tanda pengenal alias KTP (emang gitu prosedurnya hehehe…) Untuk masuk ke museum dikenakan tarif Rp 3000/orang, kalo rombongan mungkin beda ya tarifnya. Nah, sekarang apa aja yang bisa kita lihat di museum Dirgantara Mandala?! Banyakkkk… -moga aku ga banyak lupa… lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya-
Memasuki pintu museum, langkah pertama yang harus kita ambil adalah belok kiri (ke tempat informasi), karena di situ kita harus mengisi buku tamu dan membayar tarif masuk, baru kemudian kita bebas melenggang kemanapun kita suka. Maju beberapa langkah, kita bisa mulai melihat-lihat koleksi Museum TNI AU Dirgantara Mandala. Yang ada di ruangan besar ini, antara lain, foto-foto KASAU mulai dari yang pertama, Bp. S Suryadarma (ga usah sebutin pangkat & embel-embel ya, maaf… lupa sich) sampai dengan yang sekarang sedang menjabat (pak Imam Sufaat). Ada juga pataka-pataka, lambang TNI AU dan… patung kayu segedhe manusia, 4 orang (pahlawan) dari TKR Udara yang berjasa besar yaitu Halim Perdana Kusuma, Iswahyudi, Abdurrahman Saleh dan Adisucipto (mohon maaf banget kalo ada salah penulisan nama)
Ruang berikutnya yang lebih ke dalam, disamping berisi dokumentasi-dokumentasi, miniatur-miniatur pesawat beserta cerita terkait, juga ada satu pesawat beneran -sorry, lupa nama/jenisnya-
Di ‘ruang sebelah’-nya kita bisa melihat-lihat tentang perintisan jawatan kesehatan TNI AU, ya foto-fotonya, ya patung torsonya (dr S Hardjo Lukito, dr M Salamun, satu lagi… ahh lagi-lagi lupa namanya, maaf), ya alat-alat untuk pemeriksaan jantung, pemeriksaan urine dll.
Ruang berikut adalah Ruang Pahlawan dan Seragam TNI AU. Dari namanya dah ketauan tho apa aja isi ruangan tsb. Sebagian benda-benda milik pahlawan Adisucipto, Abdurrahman Saleh, Iswahyudi dan Halim Perdana Kusuma (berupa kacamata pilot, helm, tanda jasa, pakaian dll). Juga seragam-seragam yang dipakai anggota TNI Angkatan Udara seperti pakaian dinas harian, pakaian dinas untuk upacara, pakaian untuk lapangan, untuk terbang (yang dipakai penerbang) dll.
Dari ruang pahlawan, kita menuju Ruang Koleksi KASAU dan KOTAMA. Apa aja sich isinya?! Ada sebagian koleksi pribadi mantan-mantan KASAU (seragam dinas, bintang jasa, foto dll) trus dokumentasi/foto-foto, pataka dan barang koleksi dari Kodik AU, Akademi TNI AU, Sesko AU, Koharmat AU, Koops AU I & II, Kohanudnas, Korpaskhas, ada juga buku-buku yang berhubungan dengan TNI AU, juga daftar nama lulusan Sekbang TNI AU (mulai dari yang pertama s/d yang terkini)
-to be continued-



dgn ultahnya tni smoga nsntara trus dpt dip
rthankan
@Nurdin Rais > setuju pak…
Semoga dengan semakin bertambah usia, TNI/ABRI semakin matang, semakin bisa diandalkan dan bisa menjadi kebanggaan rakyat & negara RI.
Semoga tidak ada lagi ‘kejadian2 memprihatinkan’…