Rabu, 17 Mei 2006 lewat Malioboro, sekalian aja mampir ke benteng Vredeburg. Mumpung bawa camera, bisa foto-foto neh… Rencananya sich pinjem camera buat motret Merapi, but tu gunung lagi ngga mo nongolin bentuknya, alias ketutup awan atau kabut ya?! Padahal pas hari Senin tanggal 15 Mei, tu gunung keliatan jelas, termasuk ‘wedhus gembelnya’. Karena ngga bisa dapetin gambar Merapi, akhirnya aku ‘n Menul jalan-jalan aja ke arah Malioboro ‘n menyangkutkan diri di benteng Vredeburg.
Benteng Vredeburg ini terletak di Jl. Jend. A. Yani 6 Yogyakarta (ujung Selatan Malioboro). Kalo mo telp, bisa hubungi nomor telp +62 274 586934 atau 510996 hehehe… Museum Benteng Vredeburg berada dibawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, terbuka untuk umum dengan jam kunjungan pada hari Selasa s/d Kamis 08.00 – 14.00 WIB; Jum’at 08.00 – 11.00 WIB; Sabtu 08.00 – 12.00 WIB ‘n Minggu 08.00 – 13.00 WIB. Tiket masuk untuk dewasa/umum Rp. 750,- ‘n anak-anak/pelajar Rp. 250,-
Yang menarik dari Museum Benteng Vredeburg adalah bentuk/arsitektur bangunannya ‘n juga terdapat koleksi-koleksi lain yang berupa koleksi realia (koleksi berupa benda-koleksi asli, bukan tiruan, yang berperan langsung dalam peristiwa sejarah, seperti: senjata, naskah, pakaian, meubeler, dll) serta koleksi hasil visualisasi berupa miniatur, replica, foto-foto dan lukisan serta diorama (penggambaran suatu peristiwa dengan system 3 dimensi).
Untuk foto-foto yang aku ‘n Menul ambil, sebagian besar merupakan foto bangunan Museum Benteng Vredeburg (foto-foto outdoor) soalnya kami emang sengaja ngga ngambil foto dalam ruangan (indoor) mengingat keterbatasan cahaya dalam ruangan (sengaja dibuat remang-remang mungkin dengan maksud untuk memberikan kesan pada dioramanya), mo pake blitz juga percuma, baterenya dah low lagi padahal ngga bawa batere cadangan (makanya Nul, kalo mo motret-motret tu bawa cadangan batere yang banyak… hehehe).
Keterangan gambar: Pintu gerbang benteng Vredeburg (gerbang Barat). Mengingat konsep bangunan benteng yang berbentuk simteris, direncanakan mempunyai 4 gerbang untuk keluar – masuk (di Selatan, Timur, Utara ‘n Barat). Karena pembangunan benteng memakan waktu lama, maka konsep mengalami perubahan dikarenakan situasi, sehingga pintu gerbang tidak dibuat seluruhnya. Hanya ada 3 pintu gerbang (Barat, Timur ‘n Selatan) ‘n gerbang Selatan hanya dibuat kecil (lebih tepat disebut terowongan), sehingga arus keluar – masuk melalui pintu gerbang Barat ‘n Timur aja. Sekarang ini pintu gerbang Timur tidak difungsikan lagi alias ditutup/digembok, gerbang ini menuju ke arah Taman Pintar Yogyakarta
