
Dari Ruang Bali, menuju ke tempat dimana arca-arca diletakkan, tepatnya di teras atau halaman museum. Arca-arca yang ada di sini merupakan sebagian kecil dari arca maupun relief candi-candi yang ada di Jawa, dan sebagian besar berasal dari abad 8 – 10 Masehi. Jumlahnya ngga tau, abis aku lupa ngitung sich! Daftar arca maupun relief yang ada di sini, antara lain: arca Wisnu dan Laksmi, Ganesha, Durga Mahisasura Mardhini, hiasan atas ambang pintu, relief sudut bangunan, relief juru gending, arca Agastya, Dewi Parwanti (dari abad 14 M), Syiwa Mahadewa, relief Ghana, hiasan Kala, Hanyagriwa, Yoni, patung dewa, Padmasana, lapik arca, arca dewi, hiasan menara sudut, relief Tribhangga, Dewi Durga, Dewa Syiwa (berasal dari abad 12 – 14 M), Dwarapala, Wisnu, Nandi, Batu bulat, Makara, relief arca kenari, Bodhisatwa, Amitabha, Awalokiteswara, Aksobya, Dewa Surya, relief Punakawan, arca Padmapani. Dan yang tak kalah menarik adalah meriam kuno dari jaman Hamengku Buwono III (tahun 1846 M).
Keterangan gambar: salah satu arca yang ada di halaman Museum Sonobudoyo Yogyakarta (relief sudut bangunan)