Di Ruang Wayang tersimpan koleksi aneka wayang sebagai berikut:
-
Wayang kulit gaya Yogyakarta, dimana sumber ceritanya berasal dari Kitab Mahabarata dan Ramayana
-
Wayang Suluh, yang menceritakan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia
-
Wayang kulit Gedhog, bersumber dari cerita Panji
-
Wayang Diponegoro, karya RM Kuswadji KS dari Yogyakarta, dibuat pada tahun 1985, dengan cerita Babad Diponegoro
-
Wayang Wahyu, hasil karya Bapak Sutadi BS dari Surakarta. Mengambil cerita dari kitab perjanjian lama dan perjanjian baru (kelahiran Yesus, dll)
-
Wayang Kancil, yang bercerita tentang hewan-hewan (fabel). Dibuat oleh Babah Bo Liem pada tahun 1925
-
Wayang Sadat, karya Bapak Suryadi BA yang beralamat di Trucuk, Klaten. Dibuat tahun 1992. Bercerita tentang Babad Demak dan Babad Tanah Jawi.
-
Wayang Cina, bercerita tentang Babad Cina, Kapiten Liem Kie Tjwan tahun 1850
-
Simpingan wayang kulit Purwa, yang terdiri dari: 144 wayang, sebuah kelir atau layar, lampu blencong dan gedebog pisang (untuk menancapkan wayang)
-
Wayang kulit Purwa gaya Bali
-
Wayang Golek Purwa dari Pasundan Jawa Barat, yang mengambil cerita dari kitab Mahabarata dan Ramayana
-
Wayang Klithik, diciptakan oleh Paku Buwono II, dengan cerita bersumber dari Serat Damarwulan
-
Wayang Dupara
-
Wayang Golek Menak dari Tegal, Jawa Tengah dengan sumber cerita Serat Menak
-
Wayang Golek Menak dari Krawang, Jawa Barat.
Keterangan gambar: Wayang Diponegoro, by Menul

Wah..upaik tenan