Tour de Temple: Plaosan Temple
November 22, 2007 by cjoeniani

Waktu: Selasa Pon, 7 Maret 2006, siang-siang… panas euy!!! Sebelum ke Candi Plaosan, abis dari Candi Kedulan, kami mengunjungi Candi Sari terlebih dahulu, tapi berhubung file Candi Sari-nya lom bisa dibuka, so aku tulis dulu tentang Candi Plaosan, baru Candi Sari-nya nyusul (dengan catatan kalo file-nya bisa dibuka!). Dari Candi Sari ke Candi Plaosan, ngelewatin Candi Prambanan ‘n kompleks Candi Sewu, tapi kami ngga mampir, cuma sempat ambil foto salah satu candi di kompleks tsb (aku ngga tau apa nama candinya), tentunya dari jarak jauh.
Tentang kompleks Candi Plaosan, secara administratif terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Letak secara geografis pada 7′ 44′ 32, 13″ LS (Lintang Selatan) ‘n 110′ 30′ 11, 007″ BT (Bujur Timur). Ketinggian tempat kurang lebih 163,195 m dpl. Kompleks Candi Plaosan ini terdiri dari 2 kelompok candi yaitu Kompleks Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, yang mana keduanya dipisahkan oleh jalan aspal (membentang dengan arah Timur - Barat) dan persawahan. Di sebelah Barat kompleks Candi Plaosan Kidul terdapat pemukiman penduduk Dukuh Plaosan.
Riwayat penelitian (untuk mengungkap aspek sejarah dan kepurbakalaan dalam peninggalan tsb) serta pemugaran dilakukan sejak zaman kolonial Belanda hingga saat ini. Pemugaran candi utama Selatan (Kidul) selesai tahun 1960, sedangkan candi utama Utara (Lor) selesai pada tahun 1997. Beberapa hal menarik yang berhasil diungkap antara lain:
-
Kompleks Candi Plaosan secara keseluruhan (dulu) dikelilingi parit dengan denah berbentuk empat persegi panjang 440 x 270 m, dengan lebar parit kurang lebih 10 m dan kedalaman 2,5 m. Di luar parit keliling terdapat pagar keliling berukuran 460 x 290 m.
-
2 buah candi utama kompleks Candi Plaosan Lor merupakan bangunan kembar bertingkat (berlantai dua) dengan jumlah bilik candi yang berbeda dengan candi lain pada umumnya (kecuali Candi Sari). Masing-masing candi utama (dahulu) memiliki 6 bilik: 3 di lantai atas dan 3 di lantai bawah (catatan: mungkin (dulu) lantai tingkatnya dari bahan kayu (?) soalnya sekarang dah ngga ada. au ahh…) Tinggi bangunan candi utama 22,24 m dengan arah hadap ke Barat. Bangunan candi utama berukuran 23,12 x 15,60 m. Terdapat pintu gerbang yang menghubungkan ke-2 candi utama ini.
-
Adanya sejumlah inskripsi (prasasti pendek) pada candi-candi perwara yang menyebutkan nama-nama pejabat dinasti Mataram Kuno yang ikut membangun candi. Sebagai contoh: anumoda sang sirikan pu suryya, dharma sri maharaja, gawai sang wadingin pu panca, astupa sri maharaja rakai pikatan.
Dalam merekonstruksi latar belakang sejarah Candi Plaosan, terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli, namun ada kesepakatan mengenai pendirian Candi Plaosan yaitu didirikan pada abad IX Masehi. Sedangkan mengenai latar belakang keagamaannya adalah Budha Mahayana, hal ini dapat dilihat dari arca-arca yang berada dalam bilik-bilik candi-candi utama, antara lain arca Bodhisatwa, Avalokiteswara, Bodhisatwa Samantabhadra, Bodhisatwa Maitreya, Bodhisatwa Sarwaniwarana Wiskabhin, Wajrapani, Dhyani Budha Manjusri (arca-arca tsb merupakan arca-arca dewa dalam agama Budha). Selain itu sifat keagamaan Budha dapat dilihat dari bentuk atap yang berupa Stupa ‘n candi perwara yang berbentuk Stupa. Stupa merupakan salah satu bangunan suci dalam agama Budha.
source: Sejarah Candi Plaosan by Drs. RM. NG. Darto Soetrisno
Oya, tambahan informasi: HTM ke kompleks Candi Plaosan Lor Rp. 1.500,-/orang. Mungkin dijumpai di beberapa bagian kompleks candi terdapat coretan-coretan berwarna putih (misal ‘X’ love ‘Y’). Jangan terkecoh!! tulisan-tulisan tsb BUKAN inksripsi, tetapi hasil dari tangan-tangan jahil oknum pengunjung yang mungkin kepingin namanya terkenal (iseng tur jail banget yach!)
Gambar: Candi Plaosan, by Menul (-hak cipta dilindungi-)