Tour de Temple: Kedulan Temple
November 22, 2007 by cjoeniani
Setelah puas menikmasti keindahan plus keunikan Candi Sambisari selanjutnya kami menuju sasaran ke-2 yaitu Candi Kedulan (lucu ya namanya?!). Lokasi candi di Dusun Segaran, Desa Tamanmartani (kata Menul tuch, doi khan ST banget alias Sok Tau hehehe…). Perjalanan ke sana ribet juga ngejelasinnya, masalahnya untuk urusan arah… uhhh! pusing dah. Taunya ya cuma belok kanan, kiri, terus… Apalagi daerah tempat candi ini berada bukan termasuk ‘daerah jajahan’-ku. Untuk lebih enaknya, aku merekomendasikan Menul as Tour Leader. Kalo ada yang berminat menggunakan jasanya bisa menghubungi +62818269xxx (censored). Untuk masalah orientasi lapangan, blasukan ke tempat-tempat baru, dkk, doi tu jagonya (promosi ni yee…)
Balik ke topic awal, info tentang Candi Kedulan dengan amat sangat terpaksa belum bisa disajikan di sini, karena (kalo ngga salah) candi ini termasuk ‘baru’ ditemukan. Bentuk utuh candi belum dapat dinikmati. Kalo ngga salah, pekerjaan pemugaran candi baru taraf pra pemugaran atau penyusunan percobaan ya?! Waktu kami ke sana, lokasi Candi Kedulan malah tergenang (atau digenangi?!) air. Jadi kaya’ danau gitu… Danau Kedulan! Ngga percaya?! Lihat aja fotonya. Tau ngga tulisan pada papan peringatan yang merintangi jalan ke danau tsb bunyinya “DILARANG MANCING DI SINI. MILIK PEMUDA SEGARAN” hehehe… Rupanya runtuhan Candi Kedulan ini untuk sementara waktu berubah fungsi jadi basecamp-nya, tempat kongkow-nya, ajang clubbing-nya para ikan.
Selasa Pon, 7 Maret 2006, 10.15 WIB
- Last edited: Thursday, April 19 2007 13.35 WIB -
Informasi yang aku dapat tentang Candi Kedulan (dari berbagai sumber). Menurut sistem koordinat maka Candi Kedulan ini terletak pada 07.44.33,7 Lintang Utara (LU) dan 110.28.11,1 Bujur Timur (BT), sekitar 30 km arah Barat Laut Candi Prambanan. Tepatnya di Bulak Perung, Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman, DIY (sekaligus sebagai ralat keterangan letak yang telah saya tulis sebelumnya). Tanah tempat ditemukannya situs Candi Kedulan ini merupakan tanah bengkok (tanah kas desa). Tanah ini kurang subur lantaran banyaknya kandungan pasir, sehingga tanah ini lebih dimanfaatkan sebagai lokasi penambangan pasir. Awal penemuan situs Candi Kedulan ini secara tidak sengaja ketika para penambang menggali tanah untuk urug pada kedalaman sekitar 3 m (Jum’at 4 September 1993), dan menemukan susunan batu-batu candi. Hingga kini upaya penggalian (ekskavasi) terhadap Candi Kedulan tsb masih dilakukan.
Yang menarik, dari hasil observasi geologi diketahui bahwa candi tsb terpendam oleh aliran lahar akibat letusan Gunung Merapi yang terjadi dalam beberapa periode. Dilihat dari jenis tanah yang menutupi candi tsb diketahui ada 13 lapisan sehingga diperkirakan lahar yang mengubur candi tsb berasal dari 13 kali letusan Gunung Merapi. Letusan-letusan besar Gunung Merapi sekitar abad ke-VIII hingga X telah membenamkan candi tsb. Sekilas info, bagian dasar candi berada pada kedalaman kurang lebih 7 m, sehingga di musim hujan candi tsb akan terendam air.
Data otentik berkenaan dengan latar belakang sejarah Candi Kedulan berupa prasasti ataupun naskah kuno hingga detik ini belum ditemukan. Diperkirakan candi ini merupakan peninggalan kebudayaan Hindu antara abad VIII dan X. Dilihat dari bentuk arsitekturnya, Candi Kedulan memiliki kemiripan dengan Candi Sambisari, dengan kelebihan pada seni hias (relief) nya yang lebih kaya. Tetapi bila dilihat dari segi hiasannya (relief yang ada), justru mendekati/mirip dengan Candi Ijo (yang ada di Dusun Groyokan, Sambirejo, Prambanan) dan Candi Barong (di Dusun Candisari, Sambirejo, Prambanan). Terdapat keistimewaan pada Candi Kedulan, yaitu relief Kala yang ada di candi ini. Pada umumnya candi-candi yang berada di Jawa Tengah, untuk relief Kala tidak mempunyai rahang bawah, dan sebaliknya dengan relief Kala pada candi-candi di Jawa Timur. Namun relief Kala yang ada di Candi Kedulan memiliki rahang bawah, padahal candi ini terletak di Jawa Tengah. Kemungkinan penjelasan dari hal ini adalah Candi Kedulan dibangun pada akhir periode Kerajaan Hindu Jawa Tengah, yang kemudian bergeser ke Jawa Timur sekitar abad VIII dan X.
Demikian sedikit informasi tambahan. Untuk foto Candi Kedulan akan diupload kemudian (dengan catatan kalo udah ada hehehe...). For your information, sekarang ini Yogya lagi musim hujan, jadi ngga mungkin ngambil foto Candi Kedulan. Kalopun dipaksain yang keliatan paling kaya’ gambar di atas (danau Kedulan), candinya kelelep euyy…
